ez
paypal
faq
MO
Nikmatnya berbagi
Ide-ide segar untuk pemberdayaan
Lokasi minus perlu dibantu
Mendaftar untuk menjadi member
Cara berzakat lewat fasilitas elektronik
Membayar zakat, infaq dan shadaqah dengan menggunakan pembayaran Online Paypal
Download Majalah Elektronik Rumah Zakat Indonesia yang Terkini
Seputar pertanyaan yang sering dilontarkan

Subscribe Newsletter

Nishab Zakat

 
 

Member Review

Rumah Lentera
Rumah Lentera Edisi XXVI II/ November 2008
Jelang Dua Belas

Sobat Zakat yang diberkahi Allah ...

Sua kembali dalam rotasi hari usai hari raya Fitri. Rasanya begitu cepat kita ditinggalkan Ramadhan dan Syawwal. Kini kita bahkan telah memasuki bulan Dzulqa\'dah yang artinya merupakan bulan kesebelas sebelum pergantian tahun baru hijriyah. Ada yang unik tahun ini, kalender masehi dan hijriyah hampir bersamaan pergantian tanggalnya, dan insya Allah kedua kalender ini pun akan sama-sama kita tutup hampir berdekatan.

Lalu bagaimana sebaiknya kita menutup tahun? Setidaknya ada 2 sudut pandang dalam pertanyaan ini; perspektif \'masih\' dan \'sudah\'. Masih artinya masih ada 1 bulan kita untuk memaksimalkan karya dan amal, sebagaimana sebuah hadits ???Andaipun engkau tahu bahwa besok itu kiamat dan di tanganmu engkau masih memegang benih tanaman, maka tanamlah!???. Yang kedua paradigma \'sudah\', berarti kita perlu terus mengevaluasi kita sudah mendapat nikmat sebelas bulan, sudah apa saja yang kita lakukan, apakah sudah melebihi dari apa yang ditargetkan atau bahkan sebelas bulan begitu cepat sampai-sampai kita tak punya target untuk memaknai kehidupan kita.

Bulan November banyak perusahaan mulai sibuk dengan rencana bisnis 2009 sambil menyiapkan laporan akhir tahun 2008. Demikian halnya dengan Rumah Zakat Indonesia, 2009 akan menjadi periode penting mengingat akan menjadi tahun pertama dari periode sepuluh tahun kedua. Setidaknya rumusan-rumusan penting telah banyak disiapkan dalam Rakor Evaluasi Triwulan Manajemen di Lembang, Bandung, 13-15 Oktober lalu. Sebuah asa untuk menyiapkan diri menyempurnakan amanah dengan platform yang lebih besar untuk bisa membantu umat lebih maksimal. Doa & dukungan para muzakki dan mustahik tentu menjadi energi bahan bakar paling penting dalam kesuksesan estafeta perkembangan lembaga ini.

Tak lupa kami menyampaikan doa selamat kepada para donatur dan mitra yang tahun ini mendapat kenikmatan berangkat ke tanah suci menunaikan ibadah haji. Semoga dimudahkan dalam setiap langkah menuju mabrurnya ibadah. Bagi Sobat Zakat di tanah air, mari kita juga saling mengejar sisa tahun 1429 H dan 2008 ini dengan menyiapkan hari raya Idul Adha dengan berqurban. Mari maksimalkan qurban Anda tahun ini bersama setiap inovasi dan kemudahan Rumah Zakat Indonesia! Partisipasi Anda akan sangat membantu terjaminnya stok gizi sepanjang tahun.

Selamat membaca!#
Klik 4 Mb
 
Rumah Lentera Edisi XXVI I/ Oktober 2008
Ramadhan Sepanjang Tahun
Sobat Zakat yang dimuliakan Allah,
Pernah merasakan perpisahan dengan orang yang kita cintai? Jika pernah, Sobat Zakat tentu tahu bagaimana rasanya berpisah dengan Ramadhan. Bagi mereka yang beriman, bulan mulia ini adalah kegembiraan, saat untuk bercengkerama dengan Allah sepuas-puasnya melalui ibadah yang padat. Semuanya berbalas pahala berlipat-lipat.

Kita merasakan kedamaian dan nuansa penuh berkah selama Ramadhan. Banyak orang menjadi lebih dermawan dan murah hati, seakan hatinya dilembutkan oleh Allah. Masyarakat juga makin sadar akan kewajiban menyisihkan sebagian harta, lalu disalurkan melalui zakat, infak dan shadaqah. Kaum dhuafa menjadi berdaya dengan berbagai paket yang disalurkan. Senyum mereka makin sempurna di akhir bulan ini. Semua berkat keringanan tangan Sobat Zakat.

Amalan-amalan sunnah sudah rutin kita lakukan. Tarawih, tadarus al-Quran, shalat sunnah dan dzikir rutin menjadi santapan harian kita. Ibadah itu, tentu akan sangat mudah kita lakukan di luar Ramadhan. Sebab, sebulan penuh dididik untuk melakukannya. Sebagaimana men-dawwam-kan ibadah sunnah itu, semangat berbagi yang selama Ramadhan dilakukan, tentu tidak akan ditinggalkan. Bahkan kita bisa menciptakan nuansa Ramadhan sepanjang tahun. Di sebelas bulan hijriyah yang lain, bisa kita ciptakan sebagaimana Ramadhan. Agar nuansa kebaikan makin terpancar di seluruh pelosok nusantara.

Idul Fitri 1429 ini, semoga menjadi wahana mensucikan diri seluruh Sobat Zakat. Kembali kepada fitrah manusiawi, kepada kesucian, kehalusan budi dan keluasan hati untuk berbagi. Mari kita kembali ke fitri dengan semangat berbagi.

Redaksi juga ikut berbela sungkawa atas tragedi Pasuruan pada Senin (15/9). Semoga arwah para dhuafa yang meninggal mendapat tempat di sisi Allah. Pembagian zakat secara perorangan dan tradisional memang sangat berbahaya dan berpotensi terjadinya korban. Untuk itulah, lembaga amil zakat profesional seperti Rumah Zakat, hadir di tengah masyarakat.

Akhir kalam, redaksi Rumah Lentera menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 Hijriyah. Taqabbalall??hu minn?? wa minkum. Ja'alnall??hu wa iyyakum minal '??idin wal f??idzin. Mohon maaf segala khilaf, songsong hari baru dengan jiwa yang fitri...#
Klik 3 Mb
 
Rumah Lentera Edisi XXVI / Agustus-September 2008
Sobat Zakat yang dimuliakan Allah,

Ramadhan telah datang siap di gerbang. Mari menyiapkan segenap energi untuk memaksimalkan momentumnya dengan amalan kemuliaan. Ramadhan adalah miliu, adalah lingkungan yang membuat aksi kebaikan menjadi semakin terdukung dan semarak dilakukan.

Mari saling memaafkan sambil saling mendoakan semoga keberkahan tercurahkan di setiap hati dan keluarga kita sekalian. Dalam kesempatan mulia ini, Rumah Zakat Indonesia dalam perjalanan 10 tahunnya tentu masih jauh dari sempurna, semoga Ramadhan sekarang dapat menjadi media untuk menggenapkan amanah ini menuju lembaga yang jauh lebih profesional.

Melalui edisi khusus Ramadhan ini, kami juga mengajak setiap kita untuk menyemarakkan hadiah satu bulan ini dengan rangkai sinergi. Beragam program siap disajikan, semua dikelola dalam lingkaran pembinaan berbasis komunitas dimana masjid sebagai pusatnya.

....
Klik 4,5 Mb
 
Rumah Lentera Edisi XXVI / Juni-Juli 2008
Sobat Zakat Rahimakumullah

Pagi yang cerah ketika bersiap berangkat kerja, di luar tampak Adit (7) anak tetangga sebelah dengan tas rangsel di punggungnya dipenuhi buku-buku pelajarannya hari ini. Seperti robot kecil dengan beban berat di pundak. Anak sekolah sekarang sepertinya juga jauh lebih sibuk dari pada ketika kita sekolah dulu, selepas jam sekolah berakhir mereka harus ikut les musik, les bahasa atau keterampilan lainnya. Belum lagi PR yang diberikan bu guru yang harus selesai esok harinya.

Memang tidak salah memberikan anak pelajaran guna mengasah kecerdasan intelektual, tapi itu saja tidak cukup untuk menyiapkan generasi bangsa yang unggul dan berdaya saing tinggi. Perlu ada keseimbangan antara kecerdasan emosional, intelektual dan psikomotorik anak. Dengan alasan tersebut maka Rumah Zakat Indonesia mengembangkan pola pembinaan paripurna untuk mengasah potensi kecerdasan apapun yang dimiliki anak asuh.

Rumah Lentera kali ini menyajikan liputan seputar Kemah Juara 2008 yang mengusung tema "Anak Indonesia Kreatif dan Mandiri". Dengan jumlah peserta 6.135 anak, Kemah Juara kali ini digelar di 13 kota di Indonesia dengan konsep miniatur kota. Anak asuh bisa berinteraksi dengan teman-temannya dengan tetap belajar sambil menikmati kedekatan dengan alam.

Selamat menikmati...
Klik 3,8 Mb
 
Rumah Lentera Edisi XXV / Mei 2008

Sobat Zakat yang dimuliakan Allah..

Mari coba kita tengok kalender kita, bulan Mei ini selain saudara kita yang beragama lain merayakan hari rayanya, kita sebagai anak bangsa juga memperingati bersama hari pendidikan nasional, 2 Mei dan hari kebangkitan nasional pada tanggal 20 Mei. Dua peringatan penting ini sebaiknya memang tak sekedar sebagai sebuah narasi seremoni yang acaranya banyak digelar di instansi dan sekolah-sekolah. Memperingati idealnya juga menggali inspirasi dengan penuh evaluasi guna menyempurnakan, baik untuk pengembangan pendidikan maupun kebangkitan nasional yang lebih baik.



Setiap bulan Mei kita bercermin seperti apa wajah pendidikan dan kebangsaan kita terkini. Namun ternyata semangat kebangkitan yang juga banyak digelorakan dimana-mana harus berhadapan dengan mengguritanya krisis dunia. Mulai krisis energi hingga krisis pangan yang menjadi tsunami baru yang siap menghentak sosio ekonomi setiap negara, termasuk Indonesia, sebuah bangsa yang tanah dan airnya kita nikmati setiap hari.

Klik 5 Mb
 

Member Room

member

Smile 1

Kembalikan Senyum Anak Bangsa (KSAB), merupakan program beasiswa bagi siswa SD, SMP dan SMA baik yatim maupun dhuafa ...